8 November 2015

Akidah_Perbuatan Musyrik

NN12
Akidah
Perbuatan Musyrik
Sebelum saya menceritakan tentang masalah yang akan saya angkat sebagai studi kasus pada bab akidah, dalam masalah ini saya mengambil objek pembahasan dari dusun di mana saya tinggal saat ini yaitu dusun VI Purwosari yang lebih dikenal dengan dusun Kebon Duren. Mengapa saya mengambil objek pambahasan dari dusun saya, karena saya cukup mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan dusun saya sendiri jadi biar tidak di bilang hanya bercerita yang tidak sesuai dengan apa yang ada pada kenyataannya, untuk menghindari hal itu saya lebih memilih memilih objek pembahasan di dusun saya tinggal.
Baiklah langsung saja saya akan menceritakan suatu masalah yang ada di dusun saya, masalah ini berkaitan dengan akidah yang lebih spesifiknya tentang perbuatan musyrik yang dilakukan oleh sebagian orang yang ada di dusun saya tinggal. Dulu sekitar 2-3 tahun yang telah lalu pada saat itu masih ada judi togel (mengundi nasib) yang membuat sebagian orang tergiur untuk memasang judi togel tersebut dengan dalih mendapatkan keuntungan yang besar dengan hasil yang sedikit jika bisa memenangkan judi togel tersebut. Dengan judi togel awalnya banyak yang menang dan mendapatkan keuntungan dari judi tersebut dan ada juga yang kecewa karena tidak bisa mendapatkan keuntungan dari judi togel tersebut hingga membuat mereka yang melakukan judi togel tersebut semakin menjadi-jadi karena di buat penasaran oleh judi togel tersebut.
Lama-kelamaan judi togel tersebut semakin membuat orang yang bersangkutan melakukan hal-hal yang tidak di bolehkan Allah dan agama islam, seperti berbuat musyrik dengan mendatangi pohon-pohon yang di anggap mampu memberikan keberuntungan untuk memenangkan judi togel tersebut, bahkan ada juga yang sampai tidur di kuburan agar mendapatkan nomor yang akan keluar pada judi togel tersebut, dan masih banyak lagi yang membuat orang-orang bersangkutan semakin berbuat tidak benar. Pelaku judi togel yang ada di dusun saya beragam dari mulai yang remaja hingga orang yang sudah tua.
Sebenarnya di dusun saya sudah banyak ustad-ustad yang selalu memberikan tausiyah agar tidak melakukan hal-hal yang di larang oleh Allah dan Agama, akan tetapi dengan santainya pelaku-pelaku tersebut membiarkan begitu saja sehingga tausiyah yang diberikan oleh para ustad berlalu begitu saja. Dengan adanya tausiyah yang diberikan oleh para ustad tidak membuat para pelaku bertaubat melaikan malah semaikin menjadi-jadi.
Kita tahu bahwa orang yang melakukan perjudian akan dilaknat oleh Allah SWT, dan ini dijelaskan dalam (QS Al-Maidah; 90)
$ P k ?? ?? r »t ?? t û ï ï% ©! $ # (# Þ q ã Y t B # untuk Z $ Y J ¯ R Î) ã ?? ô J s ?? ø: $ # ç ?? Oh £ o ?? y J ø 9 $ # u r Ü> $ | The R F {$ # u r ã N »s 9 ø ?? F {$ # u r Oh § ô _ Dalam ?? Mobil i B Anda @ y J t ã O s U ø ?? ¤ ± 9 $ # çnqç7Ï^tGô_$$sù ö N ä 3 ª = y d s 9 t b q ß s Î = ø ÿ è? Ç Ò É È  
90. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah [434], adalah Termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
[434] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya Ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing Yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.
Dari ayat di atas sudah sangat jelas larangan Allah kepada kita agar tidak melakukan perjudian ataupun mengundi nasib, lebih-lebih ketika dalam mengundi nasib tersebut kita juga melibatkan makhluk gaib agar kita bisa menang dan mendapatkan uang maka itu akan mendapatkan dosa yang sangat besar dosa menyekutukan Allah dan dosa tersebut tidak akan dimaafkan oleh Allah SWT.
Saran saya, kepada umat muslim yang ada di dusun saya agar mau membuka pintu hatinya dan mau menjalankan printah Allah dan meninggalkan segala larangannya agar hidup kita nantinya mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Segera bertaubat kepada Allah dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan-perbuatan yang sangat dilaknat oleh Allah, dekatkan diri dan menyesali kesalahan-kesalahan yang ada dan berbuat lebih baik lagi karena sesuatu yang datangnya tidak dari Allah tidak akan mendapatkan keberkahan sebanyak apapun kita mendapatkan harta dari berjudi togel tersebut kita akan merasakan kekurangan sehingga kita tersus menerus berbuat yang salah dan semakin menambah dosa kita semakin banyak. Jika kita bertobat Allah akan mengampuni segala kesalahan yang telah kita lakukan di masa lalu. Percayalah bahwa rizqi Allah yang mengatur jadi jangan khawatir tidak mendapatkan rizqi, akan tetapi kita juga harus berusaha dengan usaha yang halal agar mendapatkan rizqi yang halal juga. Allah maha pengampun dan Allah maha menerima taubat hambanya jadi mari bertaubat dan berjalan di jalan Allah.


Akhlak Anak Kepada Orang Tua

NN12
Akhlak
Akhlak Anak / Remaja Kepada Orang Tua
(Khusus Yang Ada Di Dusun Tempat Saya Tinggal)
Sebelum saya memaparkan masalah yang ada di dusun saya tinggal sebelumnya saya akan menceritakan sedikit tentang dusun yang saya tinggali sebagai objek permasalahan yang akan saya sampaikan. Didusun dimana saya tinggal ada kurang lebih 100 kepala rumah tangga, dan setiap kepala rumah tangga sudah memiliki anak, baik yang masih di kategorikan anak-anak sampai di kategorikan remaja. Dari jumlah kepala rumah tangga yang ada di dusun tempat saya tinggal saya bisa mengamati anak-anak atau remaja yang ada. Pengamatan yang saya lakukan tentang pengamatan akhlak mereka kepada orang tua baik orang tua yang ada di dusun saya.
Pengamatan yang saya lakukan lebih terfokus kepada akhlak remaja terhadap orang tua yang ada di dusun saya, karena menurut saya remaja sudah mengetahui bagaimana harus bersikap kepada orang yang lebih tua. Idealnya sebagai remaja yang memiliki usia lebih muda harus mampu menghormati yang lebih tua, karena orang tua adalah yang merawat mereka dari kecil hingga remaja, sehingga sebagai remaja harus mampu menghormati orang yang lebih tua. Akan tetapi setelah saya lihat dan saya amati saat mereka berkumpul bersama orang tua saya melihat remaja-remaja dalam berkomunikasi kurang sopan seperti berbicara dengan nada yang lebih keras dari orang tua saat berbicara. Mungkin saja menurut mereka itu merupakan keakraban yang membuat mereka berbicara lebih keras dari orang tua akan tetapi kembali kepada akhlak yang baik bagaimana menghormati orang tua, walaupun remaja-remaja menganggap itu sebuah keakraban akan tetapi haruslah tetap berakhlak yang baik kepada semua orang tua.
Selaian menghormati orang tua akhlak yang baik adalah menghargai orang yang lebih tua. Dalam hal menghargai orang tua remaja-remaja yang ada di dusun saya kurang bisa menghargai orang tua misalnya pada saat salah satu orang tua sedang menyampaikan sebuah penguman di sebuah forum pertemuan dan pada saat itu ada remaja-remaja yang hadir dalam pertemuan tersebut, pada saat salah satu orang tua tersebut mengumumkan pengumuman ada banyak remaja yang malah mengejek di belakan saat orang tua tersebut memulai penyampaian pengumuman. Misalnya pada saat orang tua tersebut berbicara akan tetapi remaja-remaja malah mengejek dengan kata-kata yang kurang baik.

Saat saya sedang melakukan pengamatan terhadap remaja yang ada di dusun saya, saya juga menemukan beberapa hal yang menurut saya menjadi sebuah kejadian yang menarik dan itu juga termasuk dalam akhlak remaja.
Yang pertama, saya menemukan ada seorang remaja yang menjelek-jelekkan nama orang tua remaja tersebut, kenapa remaja tersebut menjelek-jelekkan orang tuanya saat sedang kumpul-kumpul dengan teman remajanya dikarnakan, pada suatu ketiaka remaja tersebut mempunyai keinginan untuk membeli suatu barang dan harga barang tersebut lumayan cukup mahal dan remaja tersebut tidak mampu membelinya sendiri sehingga remaja tersebut menemui orang tuanya untuk meminta uang untuk membeli barang yang di inginkannya tersebut akan tetapi pada saat itu orang tuanya sedang tidak memiliki uang lebih untuk memberikan kepa remaja (anaknya) tersebut untuk membelinya. Dan setelah remaja tersebut tidak mendapatkan uang untuk membeli barang yang diinginkan di lain waktu saat berkumpul-kumpul dengan tema sesama remaja, remaja yang bersangkutan tersebut bercerita mengenai hal yang dialaminya dan menjelek-jelekkan orang tuanya dan pada saat itu juga saya berada dalam perkumpulan tersebut jadi bisa mengetahuinya.
Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa akhlak yang dimiliki remaja tersebut belum bisa terbentuk dengan baik. Kalaupun remaja tersebut memiliki akhlak yang baik maka dia akan mampun memahami keadaan yang sedang di alami orang tuanya. Dan tidak semestinya anak menjelek-jelekkan orang tuanya dihadapan teman remajanya karena apa, karena secara tidak langsung dengan menjelek-jelekkan orang tuanya membuat akhlak remaja tersebut semakin tidak baik.
Yang kedua, kejadian yang kedua ini hampir sama dengan kejadian yang pertama, akan tetapi kejadian ini lebih miris, kenapa miris? Karena anak tersebut sampai memiliki niatan untuk membunuh orang tuanya ketika tidak di belikan sepeda motor. Bagaimana itu bisa terjadi? Baiklah saya akan menceritakan dari kejadian awal. Awal cerita, saat remaja tersebut masuk sekolah ke tingkat SMA, remaja tersebut meminta untuk di belikan sepeda motor, padahal remaja tersebut sudah memiliki sepeda motor akan tetapi remaja tersebut kekeh minta untuk di belikan sepeda motor. Saat di tanya oleh orang tuanya kenapa minta ditagih motor lagi padahal kamu sudah punya motor? Remaja tersebut menjawab motor ini sudah jelek aku mau minta yang baru kata remaja tadi. Setalah itu terjadilah diskusi lama antara orang tua dan anak tersebut (remaja), dan setelah lama berbincang dan berdiskusi kedua orang tersebut tidak bisa menemukan solusi, dikarnakan orang tuanya tersebut sedang tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli sepeda motor yang harganya sangat mahal. Akan tetapi dengan sangat ngotot remaja tersebut tetap meminta untuk dibelikan motor sampai-sampai remaja tersebut mengancam orang tuanya ketika tidak dibelikan sepda motor orang tua tersebut akan dibunuhnya. Dan setelah mendengar ancama tersebut tidak lama orang tuanya membelikan motor baru kepada anaknya tersebut.
Dari kejadian yang kedua ini, akhlak anak yang bersangkutan sangatlah tidak baik, sampai-sampai memiliki niat untuk membunuh orang tuanya hanya karena gengsi dengan teman baru yang ada disekolah barunya. Sebagai anak seharusnya mampu memposisikan diri dan melihat kemampuan kedua orang tuanya sehingga perbuatan atau keinginan kita tidak bertentangan dengan apa yang dimiliki orang tua kita.

Saran saya, untuk semua remaja pada umumnya dan untuk saya sendiri khususnya, sebaiknya kita hormati dan hargai orang tua, baik orang tua kandung maupun orang tua yang ada di sekeliling kita. Untuk hal ini saran saya lebih khusus untuk menghormati dan menghargai kedua orang tua kita dahulu karena apa, karena apabila kita sudah terbiasa menghormati kedua orang tua kita maka nantinya jika kita turun kemasyarakat kita juga akan terbiasa menghormati mereka yang lebih tua dari kita. Berbicara baik kepada mereka yang lebih tua, mendengarkan mereka dahulu ketika mereka sedang berbicara sebaga rasa menghargai kita kepada orang tua dan selalu berprilaku sopan kepada mereka yang lebih tua. Bercanda dengan orang tua juga boleh asalkan ada batasan yaitu tidak merendahkan orang tua itu saat kita bercanda dan tidak membuat sakit hati orang tua tersebut karena candaan kita berlebihan, karena kita tahu berlebihan itu tidak baik.

REVIEW JURNAL METOPEN

TUGAS REVIEW JURNAL 
Nasrudin (20120720089)
Judul
Efektifitas Penggunaan Metode Pembelajaran Elearning Berbasis Browser Based Training terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Kompetensi Pemeliharaan/Servis Transmisi Manual Dan Komponen
Penulis
Khasan Bisri, Samsudi, Supraptono
Volume Dan Halam
Volume 9, Nomor 1
Tahun
Juni 2009
Abstrak
Jenis penelitian yang diterapkan oleh ini percobaan yang benar / eksperimen benar-benar dengan pola acak kontrol-kelompok pretest-posttest design, sambil memfokuskan penelitian pada tugas akhir ini adalah mengetahui hasil efektivitas belajar siswa setelah menggunakan E-Learning metode studi pangkalan di Browser Pelatihan berbasis di Kompetensi Pemeliharaan / servis Transmisi Manual dan Komponen. Tempat penelitian adalah di Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 2 Kendal. Metode pengumpulan data yang dokumentasi dan metode tes. Metode Penelitian Pelatihan Berbasis Browser ini telah diuji untuk satu kelas sebagai kelas eksperimen, sedangkan untuk kelas kontrol dengan menggunakan metode konvensional yang telah diuji untuk satu kelas dari Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif di SMK Negeri 2 Kendal. Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulannya adalah peningkatan hasil belajar siswa pada Kompetensi Pemeliharaan / Servis Transmisi Manual dan Komponen dengan menggunakan baik Pelatihan berdasarkan Metode Pembelajaran Browser yang lebih baik daripada menerapkan metode konvensional.
Kata Kunci
E-Learning, Pelatihan Berbasis Browser.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunkan metode eksperimen dengan pola randomized control group pretest-posttest design. Dalam rancangan ini sekelompok subjek yang diambil dari populasi tertentu dikelompokkan  secara acak menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Tujuan Penelitian
Penelitian ini memiliki tujuan dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data prestasi belajar siswa pada kompetensi pemeliharaan/servis transmisi manual dan komponen dari kelompok
eksperimen maupun kelompok kontrol.
Subyek penelitian
Subyek penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 2 Kendal Kelas XI
Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif yang terdiri dari tiga kelas, diambil dua kelas secara acak.
Kekuatan Penelitian
Untuk mengetahui Prestasi Belajar Siswa dalam mengikuti Programa Keahlian Teknik Mekani Otomotif peneliti menggunakan metode pengumpulan data melalui dokumentasi dan tes, dengan menggunakan metode pengumpulan data ini sangat mudah untuk mengetahui seberapa Efektif Penggunaan Metode Pembelajaran Elearning Berbasis Browser Based Training terhadap Prestasi Belajar Siswa khusunya di bidang keahlian yang dimana dalam program ini lebih banyak dibutuhkan metode tes agar mengetahui seberapa Efektifnya Metode Pembelajaran Elearning Berbasis Browser Based Training.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran E-Learningberbasis Browser Based Training efektif terhadap Prestasi Belajar Siswa kelas XI SMK Negeri 2 Kendal pada Kompetensi Pemeliharaan/ Servis Transmisi Manual dan Komponen.
Kelebihan/Kekuranag
Manurut saya mengenai jurnal ini sudah sangat baik, mengapa demikian karena untuk mengetahui efektifnya penggunaan metode yang digunakan sangat didukung dengan menggunakan penelitian exsperimen pola randomized control group pretest-posttest design karena pada dasarnya tingkat pendidikan SMK sering melakukan praktik dalam proses belajarnya sehingga dengan eksperimen sangat membantu terwujudnya penelitian yang relevan dalam proses pengambilan data dan pengumpulan data.

Judul
Penerapan Metode  Sq3r (Survey, Question, Read, Recite, Review)  Untuk  Meningkatkan Aktivitas Dan  Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas Viiia Smp Negeri 1 Lamuru Kabupaten Bone
Penulis
Syamsiah, Adnan, Suhriana.
Volume Dan Halam
Vol. I, No. 1, Halaman 100-108
Tahun
Maret 2012
Abstrak
Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi melalui penerapan metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review). Subyek penelitian  adalah  siswa  kelas  VIII A dari  SMP Negeri  1  Lamuru,  semester  I, Tahun Akademik 2011/2012 terdiri dari 24 mahasiswa, 13 laki-laki dan 11 perempuan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data yang dikumpulkan dari hasil belajar dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode SQ3R  dapat  meningkatkan  aktivitas  dan  hasil  belajar  biologi  dari  kelas  VIIIA di  SMP Negeri  1  Lamuru. Peningkatan  tersebut  dapat  dilihat dari  siklus  I  ke  siklus  II,  yaitu:  (1) Aktivitas siswa menunjukkan peningkatan dalam bertanya, membaca, menemukan gambar dari bahan utuh, dan menyebutkan jawaban (2) siswa hasil belajar meningkat yang dapat dilihat dari skor rata-rata pada siklus I adalah 63,19 meningkat menjadi 74,86 pada siklus I.Selain itu, peningkatan jumlah siswa dalam katergori tuntas di siklus 1 adalah 41,67% menjadi  83,33%  di  siklus  II. Berdasarkan hasil  penelitian dapat  disimpulkan  bahwa penerapan metode SQ3R dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi dari kelas VIIIA di SMP Negeri 1 Lamuru.
Kata Kunci
Aktivitas, hasil belajar, metode SQ3R
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (clasroom action). Dengan tahapan pelaksanaan meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, evaluasi/observasi.
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian yang dilakukan ini ialah untuk meningkatkan motifasi siswa dalam belajar menggeunakan metode SQRT di SMP Negeri 1 Lamuru.
Subyek Penelitian
Siswa siswi SMP Negeri 1 Lamuru kelas VIIIa  pada semester ganjil tahun 2010/2011.
Kekuatan Penelitian
Penerapan metode SQRT untuk aktifitas siswa dalam belajar sangat di dukung dengan siklus-siklus yang di rancang oleh peneliti sehingga dalam proses penelitian akan mendapatkan hasil yang sangat baik dan mendapatkan data yang falid. Siklus yang di rancang oleh peneliti ada tiga yaitu, siklus yang pertama dilakukan selama 3x pertemuan, tiap pertemuan 2x40 menit. Tahap kedua dan ketiga merupakan kelanjutan dari tahap pertama. Dalam penelitian ini menggunakan metode PTK, jadi dengan menggunakan metode ini sangatlah falid jika digunakan untuk mengetahui penggunaan metode SQRT untuk aktifitas siswa dalam belajar. Dalam penggunaan metode Penelitian Tindakan Kelas peneliti terjun langsung dalam proses penerapan metode SQRT dan dari kegiatan tersebut peneliti mampu melihat kejadian yang sebenarnya dalam penelitiannya.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil  analisis  data, disimpulkan  bahwa  1)  penerapan  metode SQ3R (Survey,  Question,  Read,  Recite, Review) dapat  meningkatkan  aktivitas belajar  biologi  pada  konsep  sistem pencernaan manusia pada siswa kelas VIII A SMP  Negeri  1  Lamuru  2, penerapan metode SQ3R (Survey,  Question,  Read, Recite,  Review) dapat  meningkatkan  hasil belajar  biologi  pada  konsep  sistem pencernaan  manusia   pada  siswa  kelas VIIIA SMP Negeri 1 Lamuru.
Kelebihan / Kekurangan
Kelebihan yang ada pada jurnal ini adalah sudah relevannya metode penelitian, alat pengambilan dan pengumpulan data untuk mengetahui hubungan antara penerapan metode sqrt dengan aktifiatas belajar siswa.

Judul
Penerapan Metode Pembelajaran Cooperative Script Untuk  Meningkatkan Partisipasi Belajar Siswa Kelas VIII A Smp Negeri 2 Karanggayam Tahun Pelajaran 2012/2013
Penulis
Maksud Mustajab, Sriyono, Siska Desy Fatmaryanti
Volume Dan Halam
Vol.1.No.1
Tahun
Maret 2012
Abstrak
Partisipasi  siswa  dalam  pembelajaran  di  kelas  VIII  A  SMP Negeri  2  Karanggayam  tergolong  rendah.  Berdasarkan  hasil  observasi  awal,  tingkat  partisipasi  siswa  sebesar  57,02%.  Oleh  karena  itu,  tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  meningkatkan partisipasi  belajar  siswa  menggunakan  metode  pembelajaran cooperative  script.  Jenis penelitian  ini  adalah  Penelitian  Tindakan  Kelas  (PTK)  dengan  subyek  penelitian  kelas  VIII  A  SMP  Negeri  2 Karanggayam tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 38 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2012 pada pokok  bahasan  Gaya.Instrumen  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  yaitu  lembar observasi  partisipasi  siswa,  angket partisipasi  siswa,  angket  respon  siswa  terhadap  pembelajaran,  dan  tes  akhir  siklus.Analisis  data menggunakan  teknik persentase  yang  dihitung  dengan  bantuan  Microsoft  Excel  2010.  Hasil  penelitian  menunjukkan bahwametode
pembelajaran  cooperative script  dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Karanggayam  tahun pelajaran 2012/2013. Partisipasi belajar siswa meningkat dari 57,02%  pada pra siklus menjadi 64,91% pada siklus 1 dan meningkat kembali menjadi 75,88% pada siklus 2. Peningkatan partisipasi belajar siswa ikut berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini dapat diketahui dari nilai rata-rata tes semester yang lalu sebesar 58 meningkat menjadi 71 pada tes akhir siklus 1 dan meningkat lagi menjadi 81 pada tes akhir siklus 2. Respon siswa pun sangat positif terhadap pembelajaran  cooperative  script.  Respon  siswa  terhadap  pembelajaran  sebelumnya  sebesar  66,8%  sedangkan  respon
siswa terhadap pembelajaran cooperative script sebesar 69% dan meningkat pada siklus 2 menjadi 75,4%.
Kata Kunci
Cooperative Script, Partisipasi Belajar
Metode Penelitian
Jenis  penelitian  yang  dilaksanakan  adalah  penelitian tindakan  kelas  (PTK).
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang ada pada jurnal ini adalah untuk meningkatkan partisipasi siswa saat proses belajar mengajar yang sedang berlangsung dengan menggunakan metode Kooperatif.
Subyek Penelitian
Penelitian dilakukan  di  SMP  Negeri  2  Karanggayam. Kelas yang akan diteliti adalah kelas VIII A dengan jumlah siswa  sebanyak  38  siswa  yang  terdiri  dari  16  putri  dan  22 putra. Pengambilan subyek penelitian ini dipilih berdasarkan hasil  observasi  guru  mata pelajaran  karena  kurangnya partisipasi siswa di kelas tersebut.
Kekuatan Penelitian
Penelitian yang di tulis dalam jurnal ini sudah sangat baik dengan sususnan penelitian yang sangat sistematis sehingga dalam penyajian yang ada dapat memudahkan untuk di pahami baik dari sisi struktur imiah dan dari sisi lainya. Data-data yang tercantum dalam jurnal ini sudah relevan dan mudah di pahami. Selain itu, dalam penggunaan metode yang dilakukan peneliti sudah sangat membantu membuat jurnal ini semakin relevan yaitu dengan menggunakan PTK. Karena dengan menggunakan PTK penelitian akan semakin baik karena dapat mengamati dan merasakan apa yang sebenarnya terjadi pada suatu kasus yang di pilih dan yang di jadikan sebagai topik pembahasan.
Kesimpulan
Berdasarkan  hasil  penelitian  dan  pembahasan,  peneliti mengambil  simpulan  bahwa  metode  pembelajaran cooperative  script  dapat  meningkatkan  partisipasi  belajar siswa  kelas  VIII  A  SMP  Negeri  2  Karanggayam  tahun pelajaran  2012/2013.  Partisipasi  belajar  meningkat  dari 57,02% pada pra siklus  menjadi 64,91% pada siklus 1 dan 75,88% pada siklus 2. Peningkatan partisipasi belajar siswa
diikuti  oleh  peningkatan  prestasi  belajar  siswa.  Nilai  ratarata tes semester yang lalu sebesar 58 meningkat menjadi 71 pada tes akhir siklus 1 dan 81 pada tes akhir siklus2. Respon siswa pun sangat positif terhadap pembelajaran  cooperative script.  Respon  siswa  terhadap  pembelajaran  sebelumnya sebesar  66,8%  sedangkan  respon  siswa  terhadap pembelajaran cooperative script sebesar 69% dan meningkat
pada siklus 2 menjadi 75,4%.


1 Juli 2015

Pelatihan Pembentukan Karakter Pada Siswa SMA

PELATIAHAN
PEMBENTUKAN KARAKTER PADA SISWA SMA

A.   Identifikasi Masalah
Siswa merupakan orang yang belum mencapai pemikiran tingkat dewasa, yang membutuhkan usaha untuk mencapai tingkat kedewasaan, bantuan bimbingan dari orang lain yang telah dewasa guna melaksanakan tugas sebagai salah satu makhluk tuhan, sebagai umat manusia, sebagai warga negara yang baik, dan sebagai salah satu masyarakat serta sebagai suatu pribadi atau individu yang baik. Dalam dunia pendidikan siswa merukapan orang yang menuntut ilmu untuk mendapatkan ilmu agar hidup mereka kelak menjadi lebih baik dan berguna untuk bangsa dan negara. Dalam lingkungan sekeloah kegiatan-kegiatan yang dilakukan siswa ataupun sekelompok siswa tidak bisa terpantau dengan baik karena dalam lingkungan sekolah siswa-siswa yang ada begitu banyak jadi guru tidak mungkin memperhatikan secara seksama kegiatan-kegiatan siswa atau sekelompok siswa tersebut.